Monday, April 22, 2013

Ikan hiu

Karya animasi pertama Anja (5,5tahun)

Sebenarnya banyak karya anja yg mengandung cerita..
tapi baru kali ini dibuat animasi...
ceritanya ada ikan hiu yg sedang memakan ikan kecil..
setelah kenyang, ikan hiunya bermain dengan temannya..


Sunday, April 14, 2013

Si kecil hobi membongkar isi laci?




Menjelang usia setahun, baby zahra suka banget membongkar isi laci, tas, toples atau apa aja yg bisa dia keluarkan isinya...

Ternyata saat ini memang fasenya begitu ^_^
Setelah googling, ada artikelnya di ayah bunda..
Berikut kutipannya :

Hobi barunya membuat semua jadi berantakan. Balita Mengguncang dan menuang apa saja yang bisa dituang. Setelah menuang seluruh isinya, dia pun mulai memasukkannya lagi ke dalam kotak, kemudian menumpahkannya lagi. Meski menjengkelkan fase yang biasanya terjadi saat di usia 12-18 bulan ini penting untuk balita. Fase perkembangan yang disebut oleh para psikolog sebagai “fase kosongkan”  ini merupakan fase penting karena:

•  Anak belajar tentang obyek permanen yaitu tentang ada dan tidak ada sementara.
•  Anak belajar sebab akibat sederhana; kaleng diguncang, ada bunyi di dalamnya.
•  Anak mengembangkan kekuatan otot lengan dan keseimbangan tubuh.

Berikut beberapa hal ini penting yang bisa Anda lakukan agar rumah tidak berantakan dan Anda pun terhindar dari rasa kesal:
  • Kunci semua laci dan letakkan kotak perkakas di tempat yang sulit dijangkau anak. Perhatikan juga lemari dapur karena ini juga merupakan wilayah yang disukai anak-anak. Panci, wajan, kukusan, akan dikeluarkan dari dalam lemari, diisi sendok dan garpu kemudian diguncang. 
  • Rapatkan penutup toples makanan. Toples kaca umumnya cukup berat untuk diguncang oleh anak.  Jika merasa frustasi tak sanggup mengguncang toples, anak akan membantingnya. Tentu saja ini berbahaya bila toples pecah. Pindahkan makanan kecil ke dalam toples plastik dan rapatkan penutupnya agar ketika diguncang isinya tidak berhamburan. 
  • Sediakan kotak atau ember kecil serta bola warna-warni. Letakkan bola-bola itu di dalam kotak atau ember dan ajarkan anak mengeluarkan bola dengan cara mengguncangnya.  Bola yang berhamburan keluar dari wadahnya akan membuat anak kegirangan. Kegiatan mengguncang ini akan menguatkan otot lengan dan tangan serta meningkatkan kordinasi bilateral. 
  • Ajarkan memilah dan mengguncang. Pilih bola-bola merah dan masukkan ke dalam salah satu kardus. Sisihkan yang berwarna kuning lalu masukkan ke dalam ember kecil. Minta anak untuk mengguncang kardus bola merah. Setelah bola merah berhamburan, minta anak mengguncang ember berisi bola kuning. Permainan ini mengajarkan anak mengenal warna. Berteriaklah “Horeee,” ketika anak berhasil mengguncang kardus atau ember hingga isinya keluar. 
  • Ajak anak mengembalikan barang ke tempatnya. Setelah mengguncang dan mengosongkan isinya, ajak anak belajar memasukkan kembali isinya. Ini merupakan langkah awal Anda mengajarnya menyimpan kembali mainannya sendiri. 
  • Hitung dan guncang. Manfaatkan kesenangan baru ini untuk mengenalkannya pada bilangan. Saat anak memasukkan bola ke dalam kadus, mulailah menghitung. Setelah selesai, ucapkan jumlah bola yang berada di dalam kardus. “Kocok sepuluh bola!” Kemudian biarkan anakm engguncangnya. Setelah itu ajak dia memasukkan kembali bolanya sambil mengajaknya menghitung. 
  • Manfaatkan  air. Ajak anak bermain guncang, tuang dan isi saat dia mandi. Sediakan botol-botol kecil bekas shampo atau sabun cair, minta anak mengisinya dengan air, kemudian mengguncang dan mengosongkan isinya. Anak akan belajar membedakan bunyi benda-benda yang diguncang. Acara mandi pun akan lebih menyenangkan. 
  • Berikan rambu. Misalnya, pastikan semua barang atau mainan yang dia keluarkan harus dikembalikan lagi ke tempatnya. Umumnya anak di usia ini seringkali malas membereskan dan cenderung meninggalkan “hasil karya”nya dan beralih mencari “korban” berikutnya untuk diguncang dan dituang. Ketegasan Anda dibutuhkan di sini. Lagipula ada baiknya jika anak sudah diajar disiplin sejak dini. (me)

Saturday, April 13, 2013

Stok Bahan Motif Sprei Waterproof

Lihatlah kasur yg sering terkena ompol atau tumpahan air minum si kecil. Selain bisa menimbulkan banyak noda di matras kasur, keseringan terkena cairan (ompol, keringat, haid, tumpahan makanan atau minuman) bisa menyebabkan peer spring bed jadi karatan.

Tapi kini ayah dan bunda gak perlu khawatir lagi karena kasur yang mahal kena ompol, muntahan baby atau tumpahan minuman si kecil. Karena saya menyediakan sprei tahan air (sprei waterproof).
Sprei terbuat dari bahan import Korea, bahannya lembut, tidak panas, tidak berisik dan mudah dibersihkan. Apabila sprei terkena air, dijamin air tidak akan tembus kedalam kasur..
airnya hanya akan tergenang seperti air diatas daun,karena ada lapisan karet dibagian bawah..
Jadi cukup dilap saja.. jika ada noda sedikit, cukup dilap pake lap basah saja.

Perawatannya pun sangat mudah, sprei hanya perlu direndam dengan deterjen (jangan dimasukkan mesin cuci) trus dibilas hingga bersih, kemudian cukup diangin2anginnkan saja. JANGAN dijemur dibawah sinar matahari langsung.
Pesan sekarang juga, silahkan bermain sepuasnya dengan anak di atas tempat tidur tanpa perlu khawatir lagi. Dan kasur anda pun terbebas dari bau ompol dan jamur.
NB :
- karena perputaran sangat cepat, untuk ketersediaan warna mohon di konfirmasi dulu.
- GRATIS tas cantik dan stiker Cara Perawatan Sprei Waterproof

PERINGATAN :
Hati-Hati!!! Sudah beredar sprei waterproof serupa tapi tak sama, dengan kualitas yang jauh berbeda.

Salam,
Zilah Kris
Segera dapatkan sprei waterproof
terima reseller tanpa minimum order
phone : 0857 1515 7557
pin bb 293EA94C
http://tumbuhkembangbalita.blogspot.com
Anggota terverifikasi Recomended Online Shop
Ym atau email : zilah.kris@yahoo.com
Website : http://tumbuhkembangbalita.com
















































Manfaat dibalik corat coret si kecil

Apakah si kecil sedang hobi corat-coret?
Sepertinya spidol,pulpen, pensil atau crayon tak pernah lepas dari tangan mungilnya.
Surat kabar baru yang tergeletak di meja, jadi “korban” corat-coretnya.
Dinding putih rumah juga jadi sasaran aksi corat-coret si batita itu.
Kain sprei pun tak lepas dari coretannya.
Sebal, kesal, mau marah? Sabar dulu.
Corat-coret ternyata merupakan salah satu perkembangan yang memang harus dilalui anak-anak balita (ini berarti termasuk sang buah hati lho).
Ketika memasuki usia 1 tahun, anak tengah mengembangkan keterampilan menjimpit (memegang dengan ibu jari dan telunjuk).
Karena itulah ia senang memegang benda-benda kecil, termasuk alat tulis (krayon, spidol, pensil dan lain-lain).
Nah, berbekal keterampilan menjimpit sekaligus keinginannya untuk mengeksplorasi lingkungan, jadilah si batita kerap mencorat-coret dimana saja. Tidak hanya di kertas tapi juga di dinding, meja, baju atau benda apapun yang dirasa menarik untuk dicorat-coret.
Jadi apa yang harus kita lakukan?
*Siapkan Ruang Corat-Coret*
Ada beberapa trik untuk menghadapi aksi corat-coret ini sehingga kreativitas anak tak terhambat, ibu bapak pun tetap senang :
*1.  Tahan emosi.*
Seberapa pun buruk keliatannya coretan itu, mohon untuk tetap menahan emosi. Bahkan saat si kecil kedapatan mencorat-coret ruang tamu yang baru saja dicat untuk menyambut hari lebaran ini.
Marah hanya akan menyakiti perasaan anak dan dapat membatasi kreatifitasnya. Langkah paling bijaksana adalah memberinya pengertian bahwa corat-coret bisa dilakukan, tapi bukan di dinding, lemari, atau seprei melainkan di kertas/buku gambar. Berikan ia fasilitas tersebut.
*2.  Ruang/bidang khusus untuk menyalurkan aktifitas corat-coret.*
Sungguh bijak bila anda bersedia “mengorbankan” satu bidang dinding untuk anak menjalankan aksi corat-coretnya. Misal, dinding di ruang bermainnya/ kamarnya atau tempat lain yang tersembunyi. Atau bila anda malas karena harus mencat ulang, coba lapisi dinding tersebut dengan kertas putih. Lalu tekankan pada si kecil bahwa ia boleh menggambar apa saja di dinding itu, tapi tidak di dinding yang lain. Berikan penghargaan ketika anak mematuhi kesepakatan dengan acungan jempol atau ciuman hangat.
*3.  Libatkan anak membersihkan dinding*
Ketika anak terlanjur mencorat-coret dinding (yang tidak sesuai dengan kesepakatan), libatkan ia saat membersihkannya. Berikan si kecil lap basah sendiri dan tunjukkan bagaimana cara menghapus coretan itu. Terkait dengan ini jangan gunakan bahan kimia karena dapat membahayakan anak. Berikan pengertian pada sang buah hati ketika tembok dicorat-coret, untuk membersihkannya membutuhkan waktu, biaya dan tenaga.
*4.  Berikan penghargaan pada hasil coretannya. *
Seberapa pun awut–awutan hasil coretannya, anak tetap perlu penghargaan. Kumpulkan tempel hasil kreasinya itu di dinding ruang tamu dan minta ia menceritakan tentang coretannya itu. “Ceritakan pada bunda, gambar yang barusan Adik buat.”
Komentar positif akan membuat anak merasa bangga sehingga kelak dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya.
*5.  Siapkan waktu khusus untuk menggambar.*
Menyediakan waktu khusus untuk menggambar, misalnya 1-2 jam setiap minggu dapat membuat anak mempunyai kesempatan menyalurkan bakat artistiknya.
*6.  Pahami perkembangan keterampilan corat-coret anak.*
Anak usia 1-2 tahun umumnya baru mampu mencoret garis dengan bentuk yang tak beraturan. Namun ia sudah bisa menceritakan apa yang digambarnya. Bisa jadi bentuk yang tidak beraturan itu disebut sebagai kucing dirumahnya.
Memasuki usia 2-3 tahun anak sudah mampu membentuk lingkaran dan membuat pola yang berulang. Anak pun menjadi semakin kreatif dan memiliki imajinasi yang lebih baik.
Dengan memahami perkembangan si batita setidaknya kita dapat lebih menghargai “benang kusutnya” sebagai sebuah karya bukan hanya sekedar coretan belaka.
*Motorik Halus Sampai Kreatifitas  *
Nah, sekarang sudah siap untuk lebih membebaskan si kecil corat-coret bukan?
Banyak manfaat yang dapat dipetik sang buah hati dari aktifitas ini lho, seperti:
*1.  Perkembangan motorik.*
Khususnya adalah motorik halus. Keterampilan corat-coret ini kelak menjadi dasar bagi anak untuk mengembangkan keterampilan menulis, menyisir rambut, memegang sikat gigi, menggunakan sendok dan lain-lain.
*2. Perkembangan kognitif dan bahasa.*
Umumnya anak berusia 2 tahun  dengan keterampilan berbahasa yang dimiliki, sudah mampu menceritakan corat-coret kreasinya. Dengan demikian anak sekaligus mengembangkan keterampilan kognitif dan bahasanya. Jangan kaget, umumnya anak akan menceritakan imajinasinya dengan gamblang. Bisa jadi bentuk segitiga yang dibuatnya, menurutnya adalah Winnie the pooh, tokoh kartun kesayangannya.
Biarkan anak menceritakan apa yang ada digambarnya. Ini sekaligus upaya mengembangkan keterampilan bahasanya.
Jangan sekalipun mematahkan pendapatnya karena dapat menghambat kreatifitas anak. Tak hanya itu, ketika sedang mencoretkan krayon atau spidolnya, anak juga dapat ditanyakan perihal warna krayon atau spidol yang digunakan. Dengan demikian anak sudah mengembangkan pengetahuannya tentang warna.
*3.  Perkembangan sosial emosional.*
Mencorat-coret juga dapat dijadikan media untuk mengembangkan emosi anak. Bisa jadi ketika anak diminta menceritakan hasil coretan, ia akan menceritakan bahwa itu gambar ibunya yang sedang marah karena dirinya tidak meletakkan baju kotor pada tempatnya. Pada situasi ini, aktifitas corat-coret dapat menjadi media penyaluran emosinya atas kekecewaan dirinya setelah dimarahi ibu.
Tak hanya keterampilan kognitif, bahas dan sosial emosional, aktifitas corat-coret juga mengembangkan kemandirian dan percaya diri anak. Ketika anak sedang mencorat-coret dengan krayon atau pensil warna dirinya harus mampu mengambil keputusan warna yang akan dipilih. Ini merupakan stimulasi bagi anak untuk mengembangkan kemandirian dan rasa percaya dirinya kelak.
Nah, siap mengembangkan kreatifitas corat-coret sang buah hati? (Nakita)
Salam,
Zilah Kris

Friday, March 1, 2013

Bahaya Tontonan kekerasan pada anak

Ada dua umpan yang dilempar oleh produser agar film produksinya laku ditonton yaitu Seksualitas dan kekerasan, dimana Orang tua cenderung hanya mencekal yang pertama, tapi jarang atau tidak sama sekali untuk yang kedua, Padahal "BAHAYANYA" tak kalah seriusnya.

Jadi agresor dan tak pedulian
TV tidak langsung berdampak pada orang-orang dewasa pelaku pembunuhan, tetapi pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada si pelaku sejak mereka masih anak-anak.
Dengan begitu ada tiga tahap kekerasan yang terekam dalam penelitian:
awalnya meningkatnya kekerasan di antara anak-anak,
beberapa tahun kemudian meningkatnya kekerasan di antara remaja,
dan pada tahun-tahun akhir penelitian di mana taraf kejahatan meningkat secara berarti yakni kejahatan pembunuhan oleh orang dewasa.

Peneliti dari Amerika secara terinci menjelaskan, ada empat macam dampak kekerasan dalam televisi terhadap perkembangan kepribadian anak.
Pertama, dampak agresor di mana sifat jahat dari anak semakin meningkat;
kedua, dampak korban di mana anak menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang lain;
ketiga, dampak pemerhati, di sini anak menjadi makin kurang peduli terhadap kesulitan orang lain;
keempat, dampak nafsu dengan meningkatnya keinginan anak untuk melihat atau melakukan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan.

Orang tua contoh model anak
Dari berbagai kemungkinan masalah yang bisa timbul, tentu peran orang tua tidak bisa diabaikan.
Sikap orang tua terhadap TV akan mempengaruhi perilaku anak.
"Maka sebaiknya orang tua lebih dulu membuat batasan pada dirinya sebelum menentukan batasan bagi anak-anaknya."
Usahakan TV hanya menjadi bagian kecil dari keseimbangan hidup anak.
Yang penting, anak-anak perlu punya cukup waktu untuk bermain bersama teman-teman dan mainannya, untuk membaca cerita dan istirahat, berjalan-jalan dan menikmati makan bersama keluarga.

Sebenarnya, umumnya anak-anak senang belajar dengan melakukan berbagai hal, baik sendiri maupun bersama orang tuanya.
Masalah jenis program yang ditonton sangat penting dipertimbangkan sebab itu menyangkut masalah kekerasan, adegan seks, dan bahasa kotor yang kerap muncul dalam suatu acara.
Kadang ada acara yang bagus karena memberi pesan tertentu, tetapi di dalamnya ada bahasa yang kurang sopan, atau adegan - seperti pacaran, rayuan - yang kurang cocok untuk anak-anak.

Dua jam sudah cukup
Kapan dan berapa lama anak boleh menonton TV, semua itu tergantung pada cara sebuah keluarga menghabiskan waktu mereka bersama.
sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari, itu termasuk main komputer dan video game.
Untuk anak yang belum bersekolah atau sering ditinggal orang tuanya di rumah, porsinya mungkin bisa sedikit lebih banyak.
Memberikan batasan apa, kapan, dan seberapa banyak menonton acara TV juga akan mengajarkan pada anak bahwa mereka harus memilih (acara yang paling digemari), menghargai waktu dan pilihan, serta menjaga keseimbangan kebutuhan mereka.

Agar sasaran tercapai, disiplin dan pengawasan orang tua mutlak diperlukan.
Kekerasan memang sulit dipisahkan dari industri hiburan, Sama sulitnya jika harus mencari siapa yang harus disalahkan terhadap masuknya tayangan kekerasan dalam industri hiburan.
Kita akan terjebak dalam lingkaran setan antara produser, pengelola TV, sutradara, pengiklan, maupun penonton sendiri.
Tindakan yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan pengaruh tersebut, khususnya terhadap anak-anak.
Kuncinya, mulai dari lingkungan keluarga

*introspeksi buat diri sendiri
Semoga bermanfaat juga buat yg lain :)

Salam
Bunda Zilah

Tuesday, January 22, 2013

Mengatasi Anak Batuk Pilek




Pada balita sakit batuk pilek itu hal yg lumrah karena daya tahan tubuhnya masih belum terbentuk sempurna.
Sebagian besar batuk pilek pada anak tidak berbahaya, hanya menyebabkan rasa tidak nyaman.
ISPA sendiri Infeksi Saluran Pernafasan Atas, bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri.
Walaupun penyebabnya adalah kuman, tapi kenapa anak2 dilarang makan coklat, permen, es krim dan sebagainya?
Ternyata makanan tersebut merangsang radang, baik suhunya yg dingin atau kadar gulanya yg manis.
Ketika radang daya tahan tubuh anak turun, sehingga virus dan bakteri mudah masuk ke dalam tubuh.
Berdasarkan hasil seminar “mengatasi anak ketika batuk dengan dr pinkan” maupun membaca beberapa artikel.
Perlakuan pada ISPA pada umumnya istirahat yg cukup, makan makanan bergizi, banyak minum air hangat, pijat daerah punggung pakai transpulmin bb.
Tetapi kadang kita sangat tidak tega melihat si kecil sangat tersiksa dengan batuk pileknya, apalagi disertai dengan demam dan hidung mampet.

Pertama kali zahra batpil dan demam, ke dokter anak.. (umur 4 bulan)
Dikasih resep pengencer dahak, penurun panas dan semprot hidung ‘breathy nasal spray”
Tapi karena dirumah sdh ada “sterimar nasal spray baby” jd ga pake breathy lagi
Alhamdulillah setelah 10 hari, batuk pileknya sembuh tanpa antibiotik..

Sebenarnya saya bukan tipe yg sedikit2 ke dokter, selama ingusnya masih bening, ga ada demam..
Masih bertahan dengan home terapi aja.
Waktu zahra berusia 9 bulan..
Awalnya pilek, trus batuk...
Karena hari sabtu, ga ada dokter praktek...
Saya coba searching obat batuk pilek yg aman buat bayi
Saya temukan testimony dari seorang bunda, yg mantep banget...
UNI baby's cough syrup
Sebenarnya dari kemasannya kurang menarik, dan harganya pun Rp. 3600
Tetapi komposisinya :
  • parasetamol --> sebagai penurun panas, pereda radang, nyeri diperlukan untuk si kecil yang panas, batuk (kadang tenggorokan jg ikut sakit), rasa tidak enak di badan
  • guaiafesin --> sebagai ekspektoran. Membantu mengeluarkan dahak si kecil, meski kadang setelah minum obat si kecil muntah... tidak apa2 biasanya dahak ikut keluar
  • CTM --> sebagai anti histamin, dekongestan. Membantu meredakan pilek si kecil, hidung buntu, mengerem zat zat yang keluar saat radang/infeksi. jadi saya jarang sekali memilih obat flu yang mengandung efedrin/pseudoefedrin :)
  • Oleum anise --> herbal biji dari Pimpinella anisum atau yang dikenal sebagai minyak adas manis sebagai pengurang sekret/dahak, ekspektoran dan aromanya khas dan agak manis
Obat ini bisa untuk anak usia 6bulan keatas
Komposisi:
Satu sendok teh (5 ml) mengandung:
Paracetamol .............................. 120 mg
Glycerylguajacol ......................... 25 mg
C.T.M. ................................... 1 mg
Oleum anisi .............................. 0.005 ml  
Alhamdulillah seminggu zahra sembuh dari batuk pilek
Berani mencoba? Tapi respon masing-masing anak berbeda-beda
Ingat : “sakit berlanjut hubungi dokter”

Semoga bermanfaat

Salam
Bunda Zilah


Saturday, December 29, 2012

Kapan Saatnya harus khitan?

Kapan saatnya khitan?
Untuk anak yg sehat sebaiknya sebelum 6 tahun, karena pada usia ini metabolisme tubuh berkembang sangat cepat..
Sehingga pemulihan luka pun akan lebih cepat..


Keputusan mengkhitankan Anja diusia 5 tahun selain karena khitan merupakan Sunnah Rasul juga karena daya tahan tubuh Anja yg rendah,
Saya mendapat saran dari seorang sahabat yg juga dokter anak di Bintaro,
“Klo Anja sering demam tanpa gejala penyakit yg lain, serta kurang dari 3 hari sudah normal kembali.. disarankan untuk khitan”
Akhirnya saya pelan-pelan memberikan pengertian kepada Anja bahwa sebaiknya Anja dikhitan, supaya kotorannya dibersihkan..
Alhamdulillah, Anja bersedia dikhitan tapi nunggu libur sekolah
Tanggal 22 Desember 2012 jadwal Anja terima raport
Tanggal 23 Desember 2012 Anja khitan
Alhamdulillah secara fisik dan mental sudah siap..
Walaupun pada saat eksekusi Anja berontak :D
Secara keseluruhan Alhamdulillah proses khitan dengan metode “Smart Clamp” berjalan lancar

Pada saat Anja dikhitan, dokter di Rumah Sunatan Bintaro melihat bahwa,
Anja memang harus segera dikhitan, karena lubangnya kecil..
Sehingga kalau pipis kepala penisnya menggelembung..
Hal ini kalau dibiarkan bisa merusak ginjal..
Astaghfirullah..
Bunda tidak tau  kalau seperti ini..
Anja sendiri walaupun kepala penis menggelembung setiap pipis, tapi tidak pernah kesakitan ketika pipis..
Dan pipisnya juga lancar dan banyak..
Mungkin karena Anja banyak minum air putih..

Subhanallah ternyata khitan memiliki banyak manfaat kesehatan..
Berikut manfaat khitan :

MANFAAT KHITAN TERHADAP KESEHATAN
Khitan (Sircumcision) telah diketahui banyak memberi manfaat, khususnya untuk menjaga kebersihan organ penis. Secara psikologis, sebaiknya di sunat dilakukan saat anak sudah berani sehingga trauma psikis lebih minimal. Dari sekian banyak manfaat khitan, berikut adalah diantaranya:
1. Dapat mencegah infeksi
Dalam Jurnal Pediatric terbitan November 2006 khitan ternyata bisa mengurangi resiko tertular dan menyebarkan infeksi penyakit menular sampai sekitar 50%.
Untuk mencegah infeksi para gynecology di Amerika Serikat mengkhitan setiap bayi laki – laki yang lahir di rumah sakit.
Tahun 1980-an di laporkan bahwa anak yang tidak dikhitan (Sircumsisi) memiliki resiko menderita infeksi saluran air kencing 10 – 20 kali lebih tinggi.

2. Dapat mencegah kanker.

Kotoran berwarna putih yang diproduksi kelenjar penis disebut smegma, bersifat karsinogen artinya bisa memicu timbulnya kanker baik pada penis maupun leher rahim pasangan . Smegma ini sulit di bersihkan apabila tanpa dikhitan.

3. Dapat mengatasi  keadaan phimosis
Phimosis adalah suatu keadaan dimana ujung preputium (kulit luar penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah), melewati glans (kepala penis), yang biasanya dapat mengakibatkan obstruksi air seni, bila hal ini di biarkan terus tanpa ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan peradangan pada penis.

Semoga bermanfaat
Salam

Kalender Masa Subur Bunda

Untuk melihat kalender masa subur bunda, silahkan klik disini