Monday, January 5, 2015

Cara Membersihkan Noda Crayon di Dinding



Memiliki balita yg sedang senang-senangnya menggambar dan mewarnai menggunakan crayon kesenangannya sungguh menggemaskan. Menggemaskan karena sebenarnya senang, anak bisa menuangkan imajinasinya tapi jg sebel liat dinding rumah jd kotor terkena noda crayon.

Mengingat crayon adalah jenis alat gambar yang memiliki kandungan pewarna dan terbuat dari bahan lilin parafin yang membuat crayon jika menempel pada tembok akan susah untuk dibersihkan.

Semakin lama noda crayon menempel di tembok, maka akan semakin sulit noda tersebut dibersihkan.

Oleh karena itu, bila terdapat noda crayon pada tembok, bersihkan sesegera mungkin agar tembok bisa bersih seperti sedia kala.

Berikut adalah tips serta cara membersihkan noda crayon pada tembok tanpa merusak cat:

1. Pasta Gigi
Oleskan seperempat sendok pasta gigi pada kain, gosokan kain yang telah berisi pasta gigi tadi ke tembok yang terkena noda. Diamkan beberapa saat, kemudian ambil bubuk detergen letakkan di kain basah secukupnya kemudian gosokkan pada area yang diberi pasta gigi hingga bersih dan noda crayon hilang. Saat menggosok usahakan arah gosokan memutar, ini bertujuan agar tembok yang di bersihkan cepat bersih. Selanjutnya ambil kain lain yang sudah di basahi dengan air lalu usapkan pada tembok yang telah di bersihkan dengan pasta gigi, usapkan sampai pasta gigi tidak menempel pad dinding lagi.

2. Baby Oil
Oleskan baby oil pada noda crayon dinding rumah bunda, diamkan selama ±5 menit. Kemudian gosok menggunakan kain dengan arah gosokan memutar hingga dinding terbebas dari noda. Selanjutnya bilas dengan kain lain yang telah di basahi air hingga bersih dan dinding kembali seperti semula.

3. Mayonnaise
Oleskan mayonnaise pada area yang akan dibersihkan, biarkan beberapa menit. Ambil kain yang telah di basahkan dengan air kemudian gosok pada area dengan gerakan melingkar . Bilas dengan kain basah lain hingga bersih.

4. Hair spray
Semprotkan hairspray pada dinding bernoda tersebut, diamkan ± 5 menit kemudian gosok dinding dengan menggunakan lap bersih atau sikat dengan gerakan memutar hingga bersih dan noda tidak terlihat lagi.

5. Krim Pencukur
Oleskan shaving cream tersebut pada dinding, kemudian  gosok dengan menggunakan jari atau sikat , dan bersihkan dengan menggunakan lap basah.

6. Cuka
Celupkan sikat berukuran kecil, misalnya sikat gigi ke dalam larutan cuka. Kemudian sikat area noda yang akan di bersihkan. Bilas dengan lap yang telah di basahkan hingga bersih.

7. Baking Soda
Taburkan sedikit baking soda pada spon yang telah di basahi. Kemudian, gosok perlahan pada bagaian tembok yang di corat-coret dengan gerakan memutar. Bila terdapat sisa, basahi spon dengan sabun cuci piring cair dan gosok perlahan tembok yang ternoda oleh crayon. Bilas dengan spon dan yang masih bersih. Terakhir lap permukaan tembok tersebut menggunakan air kering.

8. Tisu Basah Bayi
Usapkan tisu basah bayi pada tembok yang terkena noda crayon dengan gerakan memutar, hasilnya noda crayon dan pensil akan segera larut dan hilang.

Dari kedelapan cara di atas bunda bisa memilih sendiri, cara nomor berapa yang bisa bunda lakukan,atau bisa semuanya di lakukan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan membuat bunda tidak khawatir lagi jika buah hati bunda mencoret-coret dinding untuk kesekian kalinya.

Bunda zilah


Sunday, December 21, 2014

Balita Gemar Berteriak

Jeritan balita menyaingi lengkingan penyanyi rock.

Meski Bunda berada di dekatnya, tetap saja balita memilih berteriak saat memanggil bundanya. Tak kenal waktu, balita kerap berteriak-teriak. Bunda jadi tidak sabar menghadapinya.

Menarik perhatian.
Balita usia 2 tahun mulai lancar berbicara.
Dia merasa perlu menunjukkan kemampuannya.
Apalagi kalau bukan dengan berteriak.
Dia juga sering berteriak untuk menarik perhatian orang lain saat ingin menyampaikan perasaan dan pikirannya, ini terjadi karena dia belum tahu cara menarik perhatian orang lain dengan benar, yakni dengan berbicara baik-baik.

Balita menggunakan teriakan itu sebagai sarana bereksperimen sejauh mana suaranya dapat didengar orang lain.
Dia juga belajar mengontrol volume suara dan tinggi rendah nada.
Dan tentunya kegiatan yang menyenangkan dan menghibur bagi dirinya.
Namun Bunda tak perlu khawatir, sebenarnya hal tersebut masih wajar.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan komunikasi anak meningkat dan kebiasannya berteriak-teriak pun akan berkurang.

Bagaimana menghadapinya?
Jangan balas!
Satu hal yang harus Bunda perhatikan, jangan pernah membalas teriakan balita dengan teriakan juga.
Apalagi membentak menyuruhnya diam.
Dia justru akan berteriak lebih keras lagi.
Bunda harus memberi pengertian pada balita 2 tahun untuk berhenti berteriak-teriak.

Ucapkan dengan kalimat yang jelas dan dengan nada yang lembut.
Misalnya, “ Tidak perlu teriak, Bunda juga sudah dengar, kok. Nanti tenggorokannya sakit.”

Bunda jangan pernah menanggapi keinginan anak bila dia memintanya sambil berteriak.

Selalu minta balita untuk berkata secara santun, barulah Bunda penuhi keinginananya. Tak lupa beri pujian kalau balita sudah tidak berteriak-teriak lagi.

Salam
Bunda Zilah

Haruskah Balita Masuk Playgroup?

Tidak Harus!
Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi, pakar perkembangan dan pendidikan anak, masuk playgroup itu tidak harus. Selama ada yang bisa menjaga anak dengan aman di rumah dan mampu menstimulasi dengan baik, balita tidak harus masuk playgroup.
Dan sepanjang orangtua atau pengasuh mampu menerapkan berbagai parenting style yang tepat, anak tak harus masuk sekolah sebelum usia 4 tahun.


“Dengan pola pengasuhan yang baik di rumah, balita justru bisa bermain dengan lebih bebas dan tenang. Tentunya juga perlu tambahan pengalaman bermain di luar rumah dengan para tetangga,” terang Nina.

Soal indikator,
menurut Nina berbeda untuk tiap usia.
Rata-rata anak dikatakan cukup siap sekolah jika dia sudah lebih bisa mandiri dan tak terlalu menempel kepada orangtua.

“Dia juga sebaiknya sudah bisa mengontrol buang airnya sehingga tak terus-terusan ngompol atau buang air besar,” jelas Nina.
Menurut Nina, anak di bawah 4 tahun boleh masuk sekolah jika syarat-syarat ini terpenuhi:
  • Tidak ada yang bisa memastikan keamanan anak di rumah. Misalnya, karena yang menjaganya di rumah adalah pengasuh yang belum sepenuhnya kita percaya.
  • Tidak ada yang mengerti cara menstimulasi anak sesuai usianya. Misalnya, karena anak pertama, ibu atau pengasuh hanya membiarkannya saja untuk menonton TV karena tak tahu apa yang harus dilakukan atau karena malas.
  • Tidak punya waktu untuk menstimulasi, misalnya ibu bekerja.
  • Tak ada yang paham tentang pengasuhan yang tepat untuk anak, sehingga anak terus saja dimarahi.
  • Tak ada yang mengerti apakah anak normal atau ada gangguan dalam perkembangannya.
  • Anak memang betul-betul terlihat punya minat pergi ke sekolah, tapi yang terakhir ini tak boleh dipaksa, karena walaupun berminat, mungkin saja sesekali dia malas sekolah.
Jangan memaksa!
Orang tua jangan terlalu bergantung pada sekolah.
Sekarang ini ada beberapa sekolah yang menerima anak kurang dari 6 bulan.
Sebenarnya, anak akan lebih baik berkembang di rumah dalam masa balitanya.
Jangan memaksakan anak untuk sekolah terlalu dini.

Menurut banyak penelitian, anak yang terlalu muda bersekolah, mungkin saja bisa mengikuti pelajaran tapi seringkali memiliki masalah dalam perkembangan emosi dan sosialnya kelak.
Jika di rumah, memang tidak ada yang bisa mengasuh secara aman dan menstimulasi anak dengan tepat, boleh-boleh saja anak bersekolah.
Pilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan balita.

Memilih Prasekolah.
Menurut Nina, sekolah terbaik itu tak ada.
Yang ada adalah sekolah yang paling tepat untuk balita kita.
Contohnya, sekolah harus tidak terlalu jauh dari rumah, paling jauh adalah 30 menit perjalanan (Menghitungnya bukan dari jarak tempuh namun waktu tempuh, mengingat sekarang jalanan begitu macet).
Jika anak aktif, ada baiknya bersekolah di sekolah yang memiliki halaman luas dengan kurikulum yang memungkinkan balita punya berbagai kegiatan aktif.
Sementara untuk anak yang cenderung pemalu, lebih baik pilih yang jumlah anak di kelasnya sedikit saja atau guru berhasil mengenalkan anak kepada beberapa teman yang minatnya sama (tentu saja baik sekali kalau guru mengenal anak secara pribadi).”

Bagi orangtua yang merasa perlu memasukkan balitanya ke prasekolah, penting untuk mengecek apakah anaknya berkembang sesuai dengan usianya atau ada keterlambatan yang harus segera dikejar,” terang Nina. Karena, tujuan sekolah di usia dini bukanlah untuk mempersiapkan diri masuk SD, tapi lebih berupa stimulasi yang tepat untuk usianya.

Faktor lain yang perlu diperhatikan untuk prasekolah terutama adalah bagaimana si guru memperhatikan dan mengasuh anak, karena guru sebetulnya adalah pengganti orangtua di sekolah. Selain itu, prasekolah sebaiknya mengutamakan anak senang sekolah, bukannya menuntut anak menguasai kurikulum tertentu. Fasilitas yang lain hanyalah tambahan.

Sumber : ayah bunda

Semoga bermanfaat
Salam
Bunda Zilah

Friday, December 19, 2014

Obat Dari Kebun

Balita sering menjadi langganan penyakit batuk, pilek dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Rata-rata, seorang anak mengalaminya 6-8 kali setahun. Agar tak melulu obat-obatan medis, coba beberapa jenis ramuan obat dari kebun.

BATUK.
Daun thymian berkhasiat mengurangi rasa sakit karena kandungan minyak asiri di dalamnya mampu meredakan bronkus, cabang tenggorok, yang kaku dan menghilangkan dahak.
Daun thymian dapat mengurangi peradangan dan bekerja melawan bakteri serta virus.

Caranya: Campurkan 5 tetes minyak dari daun Thymian dengan 1 sendok makan minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Oleskan di dada anak untuk memberi efek menghangatkan. Campuran ini juga dapat dioles pada sapu tangan, lalu diletakkan di dada. Setelah 1-2 jam, efek pengobatan akan terlihat.

PILEK.
Garam dapur dapat menguras lendir di saluran pernapasan dan berkhasiat juga sebagai desinfektan.

Caranya: ambil satu sendok teh garam dapur, larutkan dalam 500 cc air hangat.
Dengan menggunakan pipet, teteskan larutan garam ini ke dalam lubang hidung. Untuk itu, anak harus berbaring agar air dapat mengalir dengan benar dan ke saluran yang tepat.

RADANG AMANDEL DAN ISPA.
Banyak minum air secara ekstrem sangat berkhasiat untuk mengatasi peradangan ini,
karena kuman segera bersih tersapu air di saluran pernapasan atas.
Obat alami lainnya yang dapat membantu adalah teh Salbei yang berkhasiat sebagai desinfektan dan meringankan selaput lendir.

SAKIT TELINGA.
Bawang merah dapat diandalkan untuk meredakan sakit berkat kandungan anti bakterial yang mampu melawan peradangan.

Caranya: Potong kecil-kecil 1-2 butir bawang merah, celupkan sebentar ke air panas.
Masukkan potongan bawang ke dalam kain bersih lalu bungkus rapat-rapat.
Letakkan di atas saluran telinga yang sakit - diikat dengan potongan kain atau ditahan dengan penutup kepala.
Tiga kali sehari, ganti bungkusan tersebut. Efeknya terasa dalam waktu satu jam.

Si Ajaib, Minyak Asiri. Minyak-minyakan yang secara tradisional digunakan untuk menghangatkan tubuh, biasanya mengandung minyak asiri.
Namun, saat ini telah dijual produk yang khusus mengandung minyak asiri saja.
Produk tersebut biasanya berlabel “jamu” dan dosisnya harus rendah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan minyak asiri:

*    Tidak boleh dioles langsung di bawah hidung, di punggung atau dada. Pengolesan di bawah hidung dapat menyebabkan kram pada otot tenggorokan.
*    Juga tidak disarankan untuk mengoleskan di atas bantal.
*    Bila ingin mengoleskan ke dada, campurkan 5 tetes minyak asiri dengan secangkir minyak zaitun.
*    Masukkan 3-5 tetes pada cawan aroma terapi. Gunakan dalam suhu ruangan yang baik.

Salam
Bunda Zilah

Tips agar balita tak lagi ngompol

Meski sudah memakai pampers, bukan berarti balita Bunda terus dibiasakan buang air kecil di celana. Karena tidak mungkin juga dia bisa memakainya hingga besar nanti. Balita juga perlu belajar untuk tidak ngompol.

Nah, jika Bunda merasa saat ini balita sudah seharusnya mulai berhenti memakai pampers, lakukan beberapa hal berikut ini, agar tidak ngompol, terutama saat malam hari.

*    Jangan bangunkan anak di malam hari untuk ke toilet karena tindakan ini berarti tidak memberi kesempatan balita belajar mengontrol buang air kecil atas kesadarannya sendiri.

*    Batasi minum menjelang tidur akan mengurangi frekuensi anak buang air kecil.

*    Minta balita ke toilet sebelum tidur meski dia tidak selalu buang air kecil setiap kali diajak ke toilet. Lama-lama menjadi kebiasaannya untuk pipis sebelum tidur sehingga ia tak lagi mengompol.

*    Tak perlu marah bila sesekali anak masih mengompol. Menghilangkan kebiasaan mengompol merupakan proses yang butuh waktu dan kesabaran.

Salam
Bunda Zilah

Tips Jitu Menghilangkan Bau Ompol


Umumnya anak usia di bawah 3 tahun masih mengompol saat tidur malam. Hasilnya adalah noda dan bau pesing dari ompol pada kasur dan pakaian. Tugas bunda adalah membersihkan dan membuatnya menjadi harum kembali. Kebanyakan bunda hanya menjemurnya di bawah sinar matahari. Namun, terkadang hasilnya kurang maksimal karena berbagai alasan. Noda dan bau ompol pun tidak mau hilang. Berikut tips menghilangkan bau pesing yang membandel :

1. Menghilangkan bau pesing pada baju anak atau seprai :

    - Segera cuci seprai dan baju yang basah karena ompol ompol
    - Cara mencucinya dengan menambahkan ½ gelas cuka putih ke dalam air cucian
    - Lalu cuci baju dan seprai seperti biasa. Bau pesing pun akan hilang

2. Menghilangkan bau pesing pada kasur :

Cara 1 - Gunakan hidrogen peroksida dan soda kue

    - Ompol yang banyak biasanya dapat merembes sampai ke kasur. Dengan menjemur kasur saja tidak cukup untuk membuat baunya hilang
    - Gunakan handuk atau kain bersih dan kering untuk menyerap sisa ompol. Caranya dengan menekan handuk atau kain pada bagian yang terkena ompol, bukan digosok - gosok. Lakukan hingga cukup kering atau tidak lembab
    - Basahi area bekas ompol dengan hidrogen peroksida. Diamkan selama 5 menit. Lalu, gunakan handuk untuk menyerap sisa hidrogen peroksida dengan cara ditekan - tekan. Biarkan kasur kering sepenuhnya
    - Setelah kering, taburkan soda kue di area bekas ompol dan diamkan selama 24 jam. Setelah itu, gunakan mesin penghisap debu untuk menyedot sisa - sisa soda kue atau bersihkan dengan peralatan lain hingga kasur bersih tanpa soda kue. Kasur pun bersih dan bebas bau tak sedap!

Cara 2 - Gunakan soda kue dan cuka

    - Campurkan baking soda dan air. Lalu, gosokkan atau tuang pada bagian yang berbau pesing
    - Tuangkan cuka putih di atasnya dan letakkan beberapa kain bersih di atasnya untuk mengeringkan. Ulangi hingga 2x dan jangan berlebih agar tidak merusak kasur atau alas lain
    - Cuci dengan air dan keringkan kembali dengan handuk atau kain kering lainnya
    - Untuk hasil maksimal, jemur hingga kering atau bisa juga menggunakan hair dryer
    - Bau cuka kemungkinan akan menetap hingga dua hari, namun setelah itu bau pesing akan hilang

Cara 3 - Gunakan obat kumur

    - Campur obat kumur dengan air
    - Bersihkan area yang terkena ompol dengan larutan tersebut
    - Letakkan beberapa kain bersih di atasnya untuk mengeringkan
    - Bau larutan akan bertahan sekitar dua hari dan pada akhirnya tidak tercium lagi bau ompol

Cara 4 - Gunakan tepung maizena

    - Sebarkan tepung pada bagian yang terkena ompol
    - Lalu, bersihkan dengan air. Bau ompol pun tak tercium lagi

Cara 5 - Gunakan alkohol 70%

    - Tuang alkohol secukupnya pada area yang terkena ompol
    - Lalu serap dengan kain bersih. Segera jemur di bawah sinar matahari

Bunda,  Kita juga bisa menggunakan kasur atau sprei waterproof  yang tidak akan rusak atau berbau bila terkena ompol si kecil. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Salam
Bunda Zilah

Saturday, December 13, 2014

Gaya Belajar Berdasarkan Jenis Kecerdasan yang Menonjol


Gaya Belajar
Model Multiple Inteligensi ini dapat digunakan untuk mengenali gaya belajar anak sesuai dengan jenis kecerdasan anak yang menonjol.

1.      Anak Visual (spasial)
Anak visual banyak belajar dan menyerap informasi dari apa-apa yang dilihatnya. Mereka sangat menyukai gambar, warna, diagram, dan segala yang terlihat, baik dalam bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi. Anak visual biasanya juga spasial, pandai membayangkan ruang 3 dimensi. Jika bepergian ke suatu tempat, mereka tidak mengingat berdasarkan nama jalan, tetapi bangunan atau simbol yang mereka lihat sebagai penanda visual.

Media dan cara belajar:
a.   menggunakan gambar, diagram, grafik, warna-warni, besar-kecil,
b.   belajar berkhayal secara visual, membayangkan sebuah konsep/informasi dengan: tempat, bentuk, warna, menggunakan layout, spasial, peta, maket, realitas
c.   mainan: kamera, pensil/spidol warna, balok aneka warna,
d.   ganti kata dengan gambar; bantu pemahaman kata dengan warna

2.       Anak Aural (auditori-musikal).
Anak aural menyerap informasi dengan pendengaran; baik suara maupun musik. Mereka sensitif dengan intonasi, irama, dinamika, tempo, keras-pelan, suara jauh-dekat. Anak aural belajar sambil mendengarkan musik, tidak menyukai “kesunyian”. Mereka senang bersenandung, membuat nada/rima sendiri. Bagi anak aural, bunyi/nada/lagu membawa pada sebuah emosi atau peristiwa tertentu. Walaupun sedang membaca buku, mereka membutuhkan suara/musik untuk menemaninya.

Media dan cara belajar:
a.   menggunakan metode ceramah/kuliah
b.   menggunakan melodi untuk teks; bergumam
c.   membaca dengan suara keras (read aloud)
d.   membangun suasana musikal utk menciptakan suasana
e.   menggunakan media audio visual CD/VCD
f.    mendengarkan kuliah/pidato/radio di rumah dan jalan


3.       Anak Verbal (linguistik).
Anak verbal menyukai kata dan bahasa. Mereka pandai membuat distingsi makna kata, baik secara lisan maupun tulisan. Anak-anak verbal memilih kata, berkata-kata atau menulis secara terstruktur dengan pilihan kata/kalimat yang baik. Mereka sensitif terhadap pilihan kata dan mengingat sebuah tempat/peristiwa/konsep dengan nama dan kata-kata kunci. Anak-anak verbal biasanya senang membaca dan menulis; membuat sajak, puisi, diari, rima, berpidato, dan sebagainya.

Media dan cara belajar:
a.   menggunakan cara yang umum seperti di kelas; buku dan ceramah
b.   melakukan diskusi
c.   membaca dan menulis
d.   bermain peran (role-playing)


4.       Anak Fisik (kinestetik).
Anak fisik menggunakan anggota badan mereka untuk belajar. Mereka senang mencoba dan melakukan segala sesuatu sendiri (learning by doing). Mereka belajar dengan cara: menyentuh, membangun, memperbaiki, membuat. Mereka seringkali tidak sabar membaca buku petunjuk atau diagram, dan langsung ingin mencoba melakukan sendiri. Anak-anak fisik sensitif terhadap tekstur, cara kerja, dan realitas fisik yang terlihat nyata di hadapannya. Mereka tidak suka berkhayal atau membayangkan.

Media dan cara belajar:
a.   menggunakan pekerjaan tangan, hands-on projects
b.   menulis, menggambar, membuat maket
c.   merakit benda, memperbaiki barang rusak, membuat rancangan
d.   berolahraga dan permainan
e.   aktivitas di luar rumah (outdoor activities)
f.   drama dan permainan peran
g.   balok, robot, mesin, alat-alat olahraga


5.       Anak Logis (matematis).
Anak logis menggunakan logika, argumen, dan mencari pola keteraturan.
Anak logis senang mencari struktur dan pola dari segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka pandai mencari hubungan, membuat perbandingan, memilah dan membuat klasifikasi. Anak logis senang melakukan pekerjaan mental/berfikir. Anak logis adalah tipikal anak yang berhasil di model belajar seperti sekolah. Masyarakat saat ini sangat menghargai anak logis.

Media dan cara belajar:
a.   menggunakan buku dan teori mengenai berbagai hal
b.   bermain puzzle dan teka-teki
c.   membuat aturan dan prosedur yang jelas
d.   membuat rencana dan jadwal


6.       Anak Sosial (interpersonal).
Anak sosial memiliki kecenderungan untuk bergaul dan berkelompok secara sosial. Mereka supel dan pandai bergaul dengan siapapun, baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih tua/lebih muda. Orang mendengarkan dan menyukai mereka. Mereka menikmati pertemanan, berbagi cerita atau ilmu dengan orang lain. Anak sosial mendapatkan ilmu dari mendengarkan orang lain atau mencari umpan balik dari respon orang lain terhadap apa-apa yang disampaikannya.

Media dan cara belajar:
a.   mengikuti kelompok, klub, organisasi
b.   melakukan proyek yang dikerjakan bersama
c.   berdiskusi dan bermain peran (role-playing)
d.   melakukan kegiatan lapangan yang melibatkan banyak orang
e.   mengikuti seminar atau training dengan sistem kelas


7.       Anak Penyendiri (intrapersonal).
Anak penyendiri memiliki kecenderungan pendiam dan reflektif. Mereka lebih efektif untuk belajar jika seorang diri, bukan dalam kelompok. Anak penyendiri biasanya memiliki kecenderungan untuk mandiri, mengenali kekuatan dan kekurangan pribadi. Anak penyendiri sensitif terhadap pribadi dan kedalaman saat mempelajari atau mengerjakan sesuatu.

Media dan cara belajar:
a.  menekuni hobi atau sesuatu yang ditekuni
b.  mengeksplorasi buku atau materi-materi yang bisa dilakukan sendiri
c.   mengerjakan proyek mandiri
d.   membuat jurnal, diari, blog


Artikel terkait :
Multiple Intelligensi